Bio Farma Dapat Izin Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19 dari BPOM

Menteri BUMN sekalian Ketua Pelaksana Komisi Penindakan Covid- 19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional( KPC PEN), Erick Thohir memastikan kesiapan produksi 100 juta vaksin Covid- 19 oleh Bio Farma sudah mendapatkan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan( BPOM).

” Alhamdulillah juga saya telah pastikan sesuai dengan arahan saya di awal, saya mau Bio Farma mempersiapkan kapasitas produksi. Alhamdulillah kapasitas untuk produksi 250 juta vaksin sudah siap, dengan 100 juta vaksin sudah ada sertifikat dari BPOM untuk bisa memproduksi.

Menurut Menteri BUMN, proses produksi vaksin Covid-19 oleh Bio Farma sudah sesuai standar BPOM, dan tentunya sudah pasti sesuai standar internasional.

“InsyaAllah untuk 150 juta-nya lagi masih membutuhkan izin lagi dari BPOM. Mudah-mudahan BPOM mendukung supaya kapasitas produksinya 250 juta vaksin,” kata Erick.

Erick Thohir juga berharap pada pekan kedua Januari, bahan baku untuk produksi vaksin Covid-19 sudah datang, sehingga vaksin Covid-19 ini tentunya merupakan hasil produksi Bio Farma. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena vaksin Covid-19 yang diproduksi sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

“Karena itu saya cek juga kesiapan produksi vaksin Covid-19, alhamdulillah Bio Farma juga sudah mempersiapkan dengan baik. Jadi kedatangan saya di sini (Bio Farma) ingin memastikan infrastruktur vaksin baik untuk distribusi maupun produksi sudah sesuai dengan standar yang kita inginkan sejak awal,” ujar Menteri BUMN tersebut.

Erick juga berharap vaksinasi ini bisa berjalan dengan baik dan Kementerian BUMN serta Bio Farma mencoba untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar masyarakat Indonesia bisa divaksinasi dengan baik.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menargetkan sampai Maret 2021 sebanyak 29, 55 juta dosis vaksin COVID- 19 sudah terdistribusi ke wilayah sehingga vaksinasi dapat segera dilaksanakan di daerah.

Presiden menargetkan untuk bulan Januari sebesar 5, 8 juta vaksin wajib masuk ke daerah, bulan Februari itu 10, 45 juta vaksin wajib didistribusikan lagi ke wilayah, kemudian Maret 13, 3 juta vaksin juga harus terdistribusi.

SumberĀ  : Merdeka