Pemerintah Lakukan 3T, Masyarakat Wajib Patuhi Protokol 3M

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengajak masyarakat untuk terus menaati protokol kesehatan 3M untuk menghindari penyebaran Covid- 19. Masyarakat dimohon taat untuk mengenakan masker, melindungi jarak, serta membersihkan tangan pakai sabun.

Perihal itu di informasikan Terawan pada Rapat Kerja dengan Komite III DPD RI yang diselenggarakan dengan cara virtual pada Kamis( 26/ 11). Terawan menjabarkan kalau sepanjang kedatangan Covid- 19 di Indonesia, pemerintah sudah melaksanakan bermacam usaha penangkalan serta pengendalian pandemi Covid- 19 dengan memperkuat berbagai pilar seperti surveilans, penaksiran lab, manajemen klinis, penangkalan serta pengaturan penjangkitan, komunikasi resiko serta pemberdayaan warga, penyediaan pangkal energi dan jasa kesehatan elementer. Penguatan hendak poin- poin itu searah dengan Permenkes Nomor 13 Tahun 2020.

“Tentunya aturan ini mengikuti kaidah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga kalau terjadi perubahan-perubahan itu merupakan hal yang wajar, karena ini penyakit yang baru muncul, sehingga semua harus dilakukan perubahan sesuai pengalaman-pengalaman yang diperoleh di lapangan,” kata Terawan dalam keterangan tertulis Kemenkes, Kamis(26/11).

Pada prinsipnya, Menkes mengatakan program kerja Kementerian Kesehatan berorientasi pada upaya promotif preventif dengan turut memberdayakan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, edukasi serta informasi seputar penerapan protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan pakai sabun di berbagai fasilitas umum seperti terminal, stasiun maupun rest area tol trans jawa, pasar, pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya. Kemenkes juga bekerjasama dengan Kemenag untuk menjangkau pesantren.

Kemenkes bersama Satgas Penanganan Covid-19 telah menurunkan ribuan pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menelusuri penularan dan kontak erat. Menkes berharap upaya tracing tersebut diikuti dengan keterbukaan dan bagi para relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularaan.

“Pemerintah wajib melakukan 3T (Test, Trace dan Treat) sedangkan masyarakat wajib melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan pakai sabun),” paparnya.

Di samping upaya pencegahan, sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan pasien, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan sebanyak 921 RS Rujukan Covid-19, menyiagakan relawan, Nusantara Sehat dan internsip sejumlah 19.905 orang yang ditempatkan di sejumlah fasyankes. Lalu menjamin ketersediaan farmasi dan alat kesehatan, serta memperluas jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19 di seluruh Indonesia.

“Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda untuk terus melakukan kesiapsiagaan dengan meningkatkan kapasitas ruang isolasi dan ICU untuk perawatan pasien Covid-19 sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19,” tuturnya.

Penguatan koordinasi dengan daerah tidak hanya dalam penyediaan fasyankes, tetapi juga regulasi kepala daerah terkait penanganan Covid-19, anggaran, insentif tenaga kesehatan serta terkait persiapan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2021.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan farmasi dan alat kesehatan, disampaikan bahwa Kemenkes telah melakukan upaya percepatan perizinan, peningkatan produsen dan izin edar serta memperluas cakupan distribusi agar merata di seluruh daerah di Indonesia.

Hasilnya, industri farmasi serta perlengkapan kesehatan dalam negara hadapi peningkatan yang cukup penting. Per 21 November 2020, Kemenkes menulis industri masker meningkat sebesar 811, 54 persen dan terdapat 15 produk rapid test serta 14 produk ventilator produksi dalam negara.

“ Pandemi Covid- 19 bukan cuma permasalahan zona kesehatan, tetapi persoalan multidimensional, karenanya dibutuhkan upaya penindakan yang melibatkan rute zona serta program tercantum eksekutif dan legislative.

Sumber : Jawa Post